Top 5 Popular of The Week
-
Jalan-jalan protokol di Kota Jakarta, cenderung sepi karena telah ditinggal sebagian penduduknya mudik untuk merayakan Hari Raya Idul F...
-
Jakarta selalu memiliki banyak masjid unik dan penuh sejarah. Salah satunya masjid Al Alam Marunda di Cilincing, Jakarta Utara. Mas...
-
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, hewan peramal ikut serta dalam kemeriahan Piala Dunia tahun ini. Sebelumnya di Piala Dunia 2010 Afri...
-
Kehilangan hewan peliharaan terkadang menyedihkan. Beberapa orang bisa merelakan kepergian hewan peliharannya setelah beberapa hari. Ta...
-
Para motivator terkenal biasanya akan menceritakan pengalaman hidup yang ia alami bertahun-tahun untuk memberikan inspirasi bagi orang ...
-
Menjelang akhir bulan, akan ada 'bulan darah' atau yang biasa dikenal dengan nama blood moon. Blood moon ini juga merupakan ger...
-
Mudik selalu identik dengan sepeda motor, mobil, kereta, pesawat, dan kapal. Namun tahukah kamu bila mudik juga bisa dilakukan dengan men...
-
Berbagai orang dari penjuru Solo dan Indonesia datang ke Masjid yang berada di Jalan Radjiman nomor 193 ini demi melihat Al-Qur’an yang...
-
Sebagian besar orang percaya bahwa ikan ini adalah spesies mutan. Terlihat sang pemancing tengah menggiring seekor ikan berukuran besar d...
-
Sedang merencanakan perjalanan liburan, tetapi belum tahu ingin kemana? Mungkin rekomendasi destinasi wisata yang dirilis TripAdvisor b...
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Satwa. Tampilkan semua postingan
Satwa
Beruang sailugem tak pernah terlihat lagi sejak pertengahan abad ke-20, sehingga dinyatakan punah dan sejumlah pakar bahkan menyebut hewan ini sebagai makhluk mistis belaka. Selama berpuluh tahun, para ilmuwan meyakini keberadaan beruang berbulu putih itu tetapi tak pernah menemukan cukup bukti ilmiah.
Pada 2015, sejumlah laporan menyebut para ilmuwan menemukan beberapa sarang dan jejak kaki yang diyakini adalah milik beruang sailugem ini.
Nah, foto-foto terbaru yang diperoleh dari perjalanan wisata di Siberia itu menunjukkan untuk pertama kalinya seekor beruang sailugem dewasa yang amat mirip dengan gambaran masa lalu hewan tersebut.
Beruang ini terakhir kali terlihat oleh pakar kehewanan Rusia Dr Genrikh Sobamsky pada pertengahan abad ke-20. Foto-foto terbaru beruang ini amat mirip dengan gambaran yang dibuat Sobamsky kala itu.
Para wisatawan kemudian mengabadikan momen langka itu sebagai bukti bahwa beruang sailugem benar-benar eksis. Kini setelah foto beruang langka itu muncul, para pakar mulai melakukan studi lebih mendalam.
Berbeda dengan beruang cokelat yang berkeliaran di padang taiga dan hutan, beruang sailugem lebih banyak berada di pegunungan dan dataran tinggi.
Internasional, Satwa
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, hewan peramal ikut serta dalam kemeriahan Piala Dunia tahun ini. Sebelumnya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Paul si gurita berhasil mengambil banyak perhatian dunia dengan menebak tepat dari 9 pertandingan timnas Jerman serta sukses memprediksi bahwa Spanyol akan mengangkat trofi.
Setelah partai final Spanyol dan Belanda, Paul pensiun untuk meramal hasil pertandingan sepak bola. Berselang hampir 1 tahun, Paul mati di usia sekitar 2 setengah tahun. Sejauh ini ada tiga hewan peramal yang tepat dalam memprediksi partai pembuka Piala Dunia 2018 di Rusia, dan salah satunya hewan ini.
Achilles, kucing Rusia memprediksi pemenang dari pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018. Kucing yang memiliki keterbatasan psikis tuli membuat awal yang sempurna untuk Piala Dunia dengan sukses memprediksi pemenang pertandingan pertama pada hari Kamis lalu.
Kucing itu ditawari dua mangkuk makanan dengan bendera dua negara di atas masing-masing. Dia awalnya ragu sejenak sebelum makan dari yang mewakili tanah airnya, Rusia.
Satwa
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengecek penyebab kematian paus sperma yang terdampar di pesisir pantai Desa Baro Bugeng, kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.
Dari hasil pengecekan, paus dengan nama latin Sperm Whale physeter Macrocophalus itu berjenis kelamin jantan. Diperkirakan, beratnya sekitar 13,7 ton dan berumur lebih dari 50 tahun.
Kepala BKSA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan paus tersebut berukuran panjang total 15,5 meter. Keadaan paus sudah membusuk, terutama bagian perut.
Sapto melanjutkan, paus itu mulanya ditemukan oleh seorang warga bernama M Husen pada Minggu (17/6). Ia melihat sebuah benda terdampar di pantai. Setelah diperiksa ternyata seekor paus yang sudah mati.
Menurut Sapto ada beberapa hal penyebab kematian paus itu. Secara teori kata dia, dikarenakan faktor sakit kemudian memisahkan diri dari kelompok. Kemudian Paus sakit cenderung ke pinggir untuk menghindari predator. “Bisa juga karena mencari plankton sampai ke pinggir, terus terdampar. Plankton banyak di perairan dangkal. Dan penyebab lainnya gangguan navigasi karena paparan sonar atau seismic acitivity,” tutur Sapto.
Gaya Hidup, Satwa
Ular menjadi salah satu hewan yang kerap dihindari manusia. Meski demikian, berbeda halnya dengan pria yang satu ini. Ia justru membiarkan ular berbisa menggigitnya hanya untuk membuat vaksin. Menurut sebuah penelitian yang disponsori WHO, hingga 138.000 orang meninggal setiap tahun karena gigitan ular, dan 400.000 orang yang bertahan hidup mengalami cacat permanen.
Dengan tingginya angka kematian ini, para peneliti melakukan studi menggunakan pengujian hewan. Berbagai produsen menciptakan anti-racun untuk gigitan ular yang mematikan ini, tetapi satu orang memiliki cara lain sebagai solusinya.
Adalah Tim Friede, orang yang memiliki lebih dari 200 gigitan ular selama hidupnya, untuk menjadi lebih kebal terhadap racun ular dari spesies yang berbeda. Melalui karyanya, ilmuwan amatir ini berharap menciptakan penangkal terhadap gigitan ini.
Selama 16 tahun terakhir, Friede telah digigit oleh ular beracun lebih dari 700 kali, termasuk seekor ukar mamba hitam. Di rumahnya yang terletak di Wisconsin, Amerika Serikat, Friede memiliki taipan, mamba hitam , dua ekor ular derik dan kobra air. "Saya memulai ini karena saya ingin memberi imunisasi sendiri jika saya digigit ketika menangani ular saya, tetapi ketika saya menyaksikan hasilnya, saya menyadari bahwa ini dapat digunakan untuk kebaikan yang lebih besar," tegas Friede.
Perlu dicatat pada 2011, Friede pernah benar-benar jatuh koma dan hampir mati, setelah dua gigitan kobra berturut-turut. Selain itu, ia harus mengamputasi sendiri otot di bagian kakinya setelah gigitan kobra lain yang menyebabkan nekrosis.
Internasional, Satwa
Kehilangan hewan peliharaan terkadang menyedihkan. Beberapa orang bisa merelakan kepergian hewan peliharannya setelah beberapa hari. Tapi ada pula pemilik hewan peliharaan yang membuat sesuatu untuk mengenang hewan yang telah menemaninya itu.
Baru-baru ini, seekor kucing "Biru Rusia" menjadi tanaman hijau berkat hasil kerja dan kreativitas pemiliknya. Foto-foto bukti kecintaan pemilik kucing pada peliharaannya yang telah meninggal itu dikenal dengan sebutan "The Topiary Cat". Seorang pecinta kucing asal Hertfordshire, Inggris bernama Richard Saunders (69) mengunggah rangkaian foto tanaman raksasa berbentuk kucing. Foto itu ia buat sebagai bentuk "penghargaan terakhir" kucingnya, Tolly, yang baru saja meninggal awal tahun ini.
Foto-foto yang diunggah Richard langsung viral. Richard tidak benar-benar memotong tanaman atau pohon yang besar dan dibentuk menjadi kucing. Richard hanya menggunakan Photoshop. Kucing Tolly mati pada bulan Februari tahun ini setelah 12 tahun tinggal bersama Richard dan istrinya.
Satwa
Setelah mengalami komplikasi akibat usianya yang telah uzur, Puan akhirnya disuntik mati oleh pihak kebun binatang. Mereka menyebut usia Puan mempengaruhi kualitas hidupnya.
Penjaga kebun binatang, Martina Hart, yang telah merawat Puan selama 18 tahun menulis obituari untuk mengenang kepergiannya. Obituari itu lalu diberikan Guardian Australia dan dicetak penuh di Australia Barat.
Hart menambahkan bahwa Puan telah mengajarinya kesabaran dan naluri alami tak akan pernah hilang meski berada di penangkaran. "Dia berada di lingkungan kebun binatang, tetapi sampai akhir selalu mempertahankan kemandiriannya. Dia adalah betina pendiri koloni pembiakan terbaik di dunia," lanjut dia.
Puan diserahkan ke kebun binatang Perth pada 1968 dan lahir di Sumatera pada 1956. Usianya jauh di atas rata-rata, karena jarang ada orang utan yang hidup lebih dari 50 tahun.
Selama hidupnya Puan berjasa telah melahirkan 11 anak melalui program pembiakan. Dia punya 54 keturunan di Australia, Amerika Serikat, Indonesia, dan beberapa tempat lain di dunia. "Selain menjadi anggota tertua dari koloni kami, dia juga anggota pendiri program pembiakan terkenal di dunia dan meninggalkan warisan luar biasa," ujar Holly Thompson, supervisor primata kebun binatang.
Tak hanya itu, Puan pernah tercatat sebagai yang tertua di spesiesnya oleh Guinness Book of Records pada 2016.
Satwa
Robinson Russell, nelayan yang menemukan si lobster, menyebut hewan tersebut sebagai lobster pelangi karena memang gradasi warna pada tubuh lobster itu agak mirip dengan pelangi.
Sebenarnya Russel telah menangkap lobster tersebut pada November 2017. Saat melihat lobster berwarna unik tersebut, ia langsung berpikiran untuk tak menjual lobster tersebut seperti yang biasanya ia lakukan pada hasil tangkapan lautnya.
Alih-alih menjual lobster tersebut ke pasar seafood, Russell justru memilih untuk menyumbangkannya ke Huntsman Marine Science Centre Fundy Discovery Aquarium di Saint Andrews, New Brunswick.
lobster itu memiliki kondisi genetik langka yang menyebabkan ia memiliki warna tubuh unik. Kondisi genetik inilah yang telah menyelamatkan ia dari nasib dijual di pasar seafood. Karena keberuntungannya inilah, maka lobster itu dinamakan Lucky yang dalam bahasa Inggris berarti Inggris.
Ada lobster-lobster tertentu yang mengalami mutasi genetik sehingga mengubah warna tubuh hewan-hewan itu secara keseluruhan. Buktinya ada nelayan-nelayan yang pernah menangkap lobster yang berwarna kuning, hitam, biru, merah, oranye, dan bahkan setengah hitam-setengah hitam.
Namun begitu yang paling langka terjadi adalah seperti yang dialami Lucky. Menurut Time, lobster ini mengalami kondisi yang disebut albino sehingga warna tubuhnya menjadi seperti itu.
Kondisi albino pada lobster dikatakan sangat langka ditemukan. Kondisi ini, perbandingannya, hanya terjadi 1 dari 10 juta spesies lobster. Karena kelangkaan dan keunikannya inilah, lobster bernama Lucky ini kemudian dipamerkan di Fundy Discovery Aquarium hingga Oktober 2018.
Arsip Blog
-
▼
2018
(108)
-
▼
Agustus
(22)
- Dinyatakan Punah, Beruang Sailugem Muncul di Siberia
- Keren!!! Di Dinding Goa Ini Ada Emas!!!!
- Wadi Al-Bardani Tempat Terindah Di Arab Saudi
- Caca Di Pendaki Cilik
- Ukiran Di Batu Goa di Crantock Beach
- Kuliner Sehat, Es Kepal Nutrisari
- Achilles SiKucing Peramal dari Rusia
- Cannabis Tempura, Tempura Berbahan Daun Ganja
- Bus Tua di sulap Menjadi Hunian Mewah
- Es Krim Respiro Del Diavolo alias Nafas Setan, Ber...
- Memiliki Luka Bakar Parah, Tetapi Wanita ini Sukse...
- Bali. Destinasi Wisata No.4 Terbaik Dunia
- Hot Mom!!!! Umur 43 Tahun dan Memiliki Anak 7 Tapi...
- Bali. Destinasi Wisata No.4 Terbaik Dunia
- Seekor Paus Berumur 50 Tahun Terdampar di Aceh
- Hebat!! Pria ini Bisa Melukis Menggunakan Mesin Jahit
- Catat Guys, 2019 Akan Di Buka Tour Melihat Kapal T...
- Menikmati Pemandangan Geopark Ciletuh dari Puncak ...
- Indahnya Gua Puisi
- Sekolah Untuk Menjadi Selebgram
- Toilet Super Canggih di Jepang
- Kena Penyakit Kupu-Kupu, Kulit Remaja ini Terus Me...
-
▼
Agustus
(22)






