Kota terdingin di dunia yang pertama yaitu kota Yakutsk di Rusia, pada musim dingin rata-rata temperaturnya antara -40 derajat Celcius hingga -50 derajat Celcius, bahkan pernah mencapai -65 derajat Celcius.

    Walaupun memiliki cuaca yang sangat ekstrem pada saat musim dingin, tapi kota ini tetap dihuni oleh sekitar 300 ribu orang. Mata pencaharian penduduk kota ini terdapat pada industri pertambangan. Kota ini punya beberapa pusat teater, museum, dan bahkan kebun binatang.


    Kalian yang liburan musim panas di Korea, bisa ikut seru-seruan dalam festival lumpur. Konon, lumpurnya bagus buat kesehatan kulit.

    Untuk ke-21 kalinya, Festival Lumpur Boryeong akan digelar di Korea Selatan, tepatnya di Pantai Daecheon, Kota Boryeong. Festival di musim panas itu rencananya berlangsung tanggal 13-22 Juli 2018 dengan tema go! Boryeong, Play! Mud.

    Kabarnya lumpur di pantai tersebut bermanfaat buat kesehatan kulit. Beberapa universitas terkemuka di Korea Selatan seperti Korea Research Institute of Standar dan Sains dan Korea Research Institute of Chemical Technology sudah membuktikan kalau lumpur di sana bagus untuk kulit.

    Festival ini pun dikenal sebagai festival paling populer di Korea, karena telah sukses menjadi satu-satunya festival di Korea yang menarik puluhan ribu wisatawan asing.

    Beragam kegiatan akan diadakan mulai dari upacara pembukaan, bermacam-macam permainan lumpur, konser musik, hingga pameran foto. Tahun lalu, penyanyi kenaman Korea, Psy dan IU, sukses menghibur pengunjung festival.

    Traveler semua usia dapat menikmati festival yang seru ini dengan mengeluarkan biaya mulai dari 7.000 Won (Rp 90 ribu). 


    Sebagian besar orang lebih memilih secangkir teh dibandingkan kopi untuk memulai hari mereka. Minuman ini memang cukup digemari karena dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan dan ampuh dalam membangkitkan mood sebelum beraktivitas.

    Tapi bagi para pencinta teh, mungkin tidak akan puas menikmati olahan teh kemasan yang banyak dijual di pasaran. Bahkan tak sedikit orang yang rela merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan produk teh berkualitas.

    Jangan salah, di dunia ini ternyata terdapat sejumlah teh langka yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya. Harganya bahkan bisa mencapai miliaran rupiah loh, salah satunya Diamond Tea Bags.

    Berbicara soal teh paling langka dan termahal di dunia rasanya belum lengkap jika tidak memasukkan Inggris ke dalam daftarnya. Salah satu produsen di negara ini berhasil menciptakan produk teh berkualitas tinggi yang dilengkapi 280 butir berlian pada setiap kemasannya. Harganya ditaksir mencapai Rp209 juta per kemasan. Ingat bukan per kg loh.

    ,


    Ular menjadi salah satu hewan yang kerap dihindari manusia. Meski demikian, berbeda halnya dengan pria yang satu ini. Ia justru membiarkan ular berbisa menggigitnya hanya untuk membuat vaksin. Menurut sebuah penelitian yang disponsori WHO, hingga 138.000 orang meninggal setiap tahun karena gigitan ular, dan 400.000 orang yang bertahan hidup mengalami cacat permanen.

    Dengan tingginya angka kematian ini, para peneliti melakukan studi menggunakan pengujian hewan. Berbagai produsen menciptakan anti-racun untuk gigitan ular yang mematikan ini, tetapi satu orang memiliki cara lain sebagai solusinya.

    Adalah Tim Friede, orang yang memiliki lebih dari 200 gigitan ular selama hidupnya, untuk menjadi lebih kebal terhadap racun ular dari spesies yang berbeda. Melalui karyanya, ilmuwan amatir ini berharap menciptakan penangkal terhadap gigitan ini.

    Selama 16 tahun terakhir, Friede telah digigit oleh ular beracun lebih dari 700 kali, termasuk seekor ukar mamba hitam. Di rumahnya yang terletak di Wisconsin, Amerika Serikat, Friede memiliki taipan, mamba hitam , dua ekor ular derik dan kobra air. "Saya memulai ini karena saya ingin memberi imunisasi sendiri jika saya digigit ketika menangani ular saya, tetapi ketika saya menyaksikan hasilnya, saya menyadari bahwa ini dapat digunakan untuk kebaikan yang lebih besar," tegas Friede.

    Perlu dicatat pada 2011, Friede pernah benar-benar jatuh koma dan hampir mati, setelah dua gigitan kobra berturut-turut. Selain itu, ia harus mengamputasi sendiri otot di bagian kakinya setelah gigitan kobra lain yang menyebabkan nekrosis.

    ,


    Pemandangan unik di titik pertemuan dua sungai di Jenewa, Swiss. Kedua sungai tersebut adalah Sungai Rhone dan Sungai Arve. Keduanya sungainya bertemu di daerah La Jonction, bagian barat Jenewa.

    Kedua sungainya punya warna yang berbeda. Sungai Rhone berwarna biru sedangkan Sungai Arve berwarna cokelat. Ketika kedua alirannya bertemu, warna kedua airnya ternyata tidak bisa menyatu. Ajaib!

    Warna biru dari air Sungai Rhone berasal dari Danau Lehman. Sedangkan warna cokelat dari Sungai Arve, berasal dari gletser Lembah Chamonix di rangkaian Pegunungan Alpen yang mengandung banyak lumpur dan tanah.

    Kedua warnanya seperti dipisahkan oleh dinding pembatas saja. Waktu terbaik untuk melihat pemandangan ini adalah akhir musim semi sampai awal musim gugur.

    ,


    Menyambangi sumber Biru dan Nagan yang ada di tepi Sungai Klampok, Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, wisatawan tidak hanya bisa mengenang sejarah saja.

    Tapi, dengan mencuci muka di sumber mata airnya para pengunjung dipercaya bisa mendapatkan wajah yang awet muda, menyembuhkan berbagai penyakit jasmani dan rohani, karena dahulu tempat ini dijadikan Mpu Gandring mensucikan kerisnya.

    ,


    Melihat kampung atau daerah yang dihiasi dengan warna-warni adalah kesenangan tersendiri. Karena jika dilihat, pemandangan tersebut sangat indah dan membuat perasaan yang melihatnya pun menjadi lebih baik.

    Tetapi bagimana ya dengan daerah atau kampung yang hanya dihiasi satu warna? Ini dia kota satu warna yang sering disebut dengan kota biru. Kota ini bernama Chefchaouen (Chaouen) yang terletak di barat laut Maroko.

    Kota ini menjadi terkenal karena arsitektur kotanya dihiasi dengan cat berwarna biru terang. Semua bangunan dan rumah-rumah di pusat kota tersebut bergaya vintage dan ditutupi dengan warna biru.

    Warna biru pada kota ini dibuat karena sudah menjadi tradisi masyarakat di sana. Ini bermula sejak abad-15 kaum Sephardim Yahudi berlindung di kota ini. Meski dihiasi satu warna, kota ini tetap terlihat indah. Kota yang dipenuhi dengan rumah-rumah kuno ini menjadi tujuan yang menarik bagi wisatawan.

    Selain untuk melihat keunikan kota biru ini, wisatawan juga menjadikan kota ini sebagai tujuan belanja yang populer. 


Top