Disebut istimewa dan misterius karena para ilmuwan meyakini tanaman tersebut aslinya tumbuh di Maluku dan Papua dengan sebutan Pisang Tongka Langit. Adapun masyarakat di kawasan Gunung Galunggung menyebutnya Pisang Ranggap.

    Tinggi tanaman pisang itu rata-rata lima hingga tujuh meter, batangnya tegak lurus, sedangkan buahnya menengadah ke langit. "Itulah sebabnya tanaman tersebut dinamai Tongka Langit", kata Ketut Wikantika, kepala tim ekspedisi.

    Buah Pisang Tongka Langit, sambungnya, berukuran besar. Panjangnya sekira 20-30cm dengan diameter 5-10 cm. "Kulitnya tebal dan kalau kita makan langsung seperti mentega, lembut. Manisnya tidak seperti Pisang Cavendish sehingga kalau orang suka dengan pisang yang nggak terlalu manis, ini pas banget," ujar Ketut.

    Paling istimewa adalah daging Pisang Tongka Langit berwarna oranye. "Kenapa oranye? Karena mengandung betakaroten yang sangat tinggi,"cetus Ketut.

    Betakaroten merupakan zat kaya vitamin A yang jamak dijumpai pada wortel. Adapun pada Pisang Tongka Langit terdapat sekitar 4960 µg betakaroten/100 gram. Artinya, hanya dengan mengonsumsi 250 gram pisang tongka langit, kebutuhan akan vitamin A perhari seseorang akan terpenuhi.

    Oleh sebab itu, Pisang Tongka Langit boleh jadi merupakan salah satu pisang tersehat di Indonesia. Keberadaan Pisang Tongka Langit di kaki Gunung Galunggung hingga kini belum dipecahkan. Lewat penelusurannya dan rekan-rekannya, Ketut Wikantika mendapati bahwa Pisang Tongka Langit sudah berbuah di kawasan tersebut sebelum Gunung Galunggung meletus pada 1982.

    ,


    Keberhasilan ini berkat kolaborasi ilmuwan Tiongkok dengan miliarder Dubai, Sheikh Saeed bin Ahmed Al Maktoum.

    Padi-padi ini ditanam pada Januari 2018 dan telah dipanen minggu lalu. Panen padi mencapai 7,5 ton per hektare, dua kali lipat daripada panen rata-rata global yang sebesar 3 ton per hektare.

    Ilmuwan juga akan menguji coba penanaman padi di 100 hektare ada tahun ini. Pakar akan mengembangkan proyeknya setelah 2020 dengan lahan pertanian 83.600 hektare atau 10 persen dari wilayah Uni Emirates.

    Ilmuwan menghabiskan waktu 40 tahun untuk mengembangkan padi air asing dengan kawin silang dan rekayasa genetik.

    Bagi petani, hal yang paling membanggakan adalah lahannya subur sehingga bisa menghasilkan banyak panen. Berbagai cara dilakukan petani, mulai dari membajak sawah hingga memberi pupuk, semua dilakukan agar hal tersebut terjadi.

    Namun, ada kalanya cara konvensional tidak memberikan hasil yang memuaskan. Kini kehadiran teknologi dapat membantu petani untuk membantu mereka meningkatkan hasil panen.

    Sumber : liputan6.com


    Sedikitnya 9 pohon terbesar dan tertua di Afrika dilaporkan mati berurutan dalam kurun 12 tahun ini. Pohon fenomenal yang dikenal dengan nama baobab itu tiba-tiba mati di usia antara 1.100-2.500 tahun. Beberapa pihak berspekulasi pohon-pohon itu mati karena perubahan iklim yang ekstrem. "Kami melaporkan bahwa sembilan dari 13 yang tertua telah mati, atau setidaknya bagian atau batang tertua mereka telah tumbang dan mati, dalam 12 tahun terakhir," tulis peneliti.

    Peneliti dari Babeș-Bolyai University di Rumania menyebut kejadian ini adalah dramatis. Di mana begitu banyak pohon berusia seribuan tahun mati secara berdekatan.

    Empat dari sembilan pohon yang mati merupakan baobab terbesar di Afrika. Penyebab kematian mereka masih belum jelas. Banyak yang menduga kondisi iklim yang berubah-berubah khususnya di selatan Afrika sebagai penyebabnya.

    Sejak tahun 2005 hingga 2017, para penelitia mencatat data dari sekitar 60 baobab yang berpotensi hidup sangat lama. Termasuk data tinggi, ketebalan, usia kayu, dan lain-lain.

    Pohon-pohon yang mati itu semuanya berada di selatan Afrika yakni di Afsel, Zimbabwe, Namibia, Bostwana, dan Zambia. Seperti diketahui baobab adalah pohon bunga terbesar dan terpanjang. Selain di kawasan savana Afrika, baobab juga bisa ditemukan di daerah tropis


    Bunga langka dan unik ini mekar setiap 3000 tahun sesuai legenda Buddha. Bunga ini diyakini sebagai keberuntungan yang dikirim dari surga dan ditemukan pada tahun 2010 oleh seorang biarawati dari Cina. Meskipun sangat kecil, bunga-bunga ini memiliki aroma yang bagus. Ada yang berniat untuk melihatnya langsung?


    Bunga yang dikenal sebagai ‘Bunga Naga’ ini terlihat seperti kepala naga. Setiap kali bunga-bunga ini diperas, tampak seolah-olah naga menutup dan membuka mulutnya. Begitu bunga itu mati, ia akan meninggalkan kantong benih di belakang yang terlihat seperti tengkorak.

    Menurut beberapa orang, Snap Dragon Flower ini memiliki kekuatan gaib. Orang lain percaya bahwa ketika tanaman ini dimakan, dapat membantu kecantikan atau membuat awet muda. Kamu percaya nggak?


Top