Top 5 Popular of The Week
-
Para motivator terkenal biasanya akan menceritakan pengalaman hidup yang ia alami bertahun-tahun untuk memberikan inspirasi bagi orang ...
-
Menjelang akhir bulan, akan ada 'bulan darah' atau yang biasa dikenal dengan nama blood moon. Blood moon ini juga merupakan ger...
-
Jakarta selalu memiliki banyak masjid unik dan penuh sejarah. Salah satunya masjid Al Alam Marunda di Cilincing, Jakarta Utara. Mas...
-
Mudik selalu identik dengan sepeda motor, mobil, kereta, pesawat, dan kapal. Namun tahukah kamu bila mudik juga bisa dilakukan dengan men...
-
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, hewan peramal ikut serta dalam kemeriahan Piala Dunia tahun ini. Sebelumnya di Piala Dunia 2010 Afri...
-
Seorang penumpang kapal bernama Miswirati melahirkan bayi di atas KMP Kirana II rute Pelabuhan Merak-Bakauheni saat mudik pada Selasa (...
-
Kedai es krim di Los Angeles, AS, punya kreasi es krim baru yang sangat mencuri perhatian. Kedai tersebut menyajikan es krim organik de...
-
Sebagian besar orang percaya bahwa ikan ini adalah spesies mutan. Terlihat sang pemancing tengah menggiring seekor ikan berukuran besar d...
-
Bukit Panguk Kediwung berada di kawasan hutan lindung Dinas Pertanian Kabupaten Bantul. Berada di ketinggian, tentu saja pemandangan pepo...
-
Taman Nasional Bantimurung Bulusarung (Babul), para wisatawan mancanegara pun menjulukinya The Kingdom of Butterfly. Taman kupu-kupu ya...
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Satwa. Tampilkan semua postingan
Satwa
Beruang sailugem tak pernah terlihat lagi sejak pertengahan abad ke-20, sehingga dinyatakan punah dan sejumlah pakar bahkan menyebut hewan ini sebagai makhluk mistis belaka. Selama berpuluh tahun, para ilmuwan meyakini keberadaan beruang berbulu putih itu tetapi tak pernah menemukan cukup bukti ilmiah.
Pada 2015, sejumlah laporan menyebut para ilmuwan menemukan beberapa sarang dan jejak kaki yang diyakini adalah milik beruang sailugem ini.
Nah, foto-foto terbaru yang diperoleh dari perjalanan wisata di Siberia itu menunjukkan untuk pertama kalinya seekor beruang sailugem dewasa yang amat mirip dengan gambaran masa lalu hewan tersebut.
Beruang ini terakhir kali terlihat oleh pakar kehewanan Rusia Dr Genrikh Sobamsky pada pertengahan abad ke-20. Foto-foto terbaru beruang ini amat mirip dengan gambaran yang dibuat Sobamsky kala itu.
Para wisatawan kemudian mengabadikan momen langka itu sebagai bukti bahwa beruang sailugem benar-benar eksis. Kini setelah foto beruang langka itu muncul, para pakar mulai melakukan studi lebih mendalam.
Berbeda dengan beruang cokelat yang berkeliaran di padang taiga dan hutan, beruang sailugem lebih banyak berada di pegunungan dan dataran tinggi.
Internasional, Satwa
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, hewan peramal ikut serta dalam kemeriahan Piala Dunia tahun ini. Sebelumnya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Paul si gurita berhasil mengambil banyak perhatian dunia dengan menebak tepat dari 9 pertandingan timnas Jerman serta sukses memprediksi bahwa Spanyol akan mengangkat trofi.
Setelah partai final Spanyol dan Belanda, Paul pensiun untuk meramal hasil pertandingan sepak bola. Berselang hampir 1 tahun, Paul mati di usia sekitar 2 setengah tahun. Sejauh ini ada tiga hewan peramal yang tepat dalam memprediksi partai pembuka Piala Dunia 2018 di Rusia, dan salah satunya hewan ini.
Achilles, kucing Rusia memprediksi pemenang dari pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018. Kucing yang memiliki keterbatasan psikis tuli membuat awal yang sempurna untuk Piala Dunia dengan sukses memprediksi pemenang pertandingan pertama pada hari Kamis lalu.
Kucing itu ditawari dua mangkuk makanan dengan bendera dua negara di atas masing-masing. Dia awalnya ragu sejenak sebelum makan dari yang mewakili tanah airnya, Rusia.
Satwa
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengecek penyebab kematian paus sperma yang terdampar di pesisir pantai Desa Baro Bugeng, kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.
Dari hasil pengecekan, paus dengan nama latin Sperm Whale physeter Macrocophalus itu berjenis kelamin jantan. Diperkirakan, beratnya sekitar 13,7 ton dan berumur lebih dari 50 tahun.
Kepala BKSA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan paus tersebut berukuran panjang total 15,5 meter. Keadaan paus sudah membusuk, terutama bagian perut.
Sapto melanjutkan, paus itu mulanya ditemukan oleh seorang warga bernama M Husen pada Minggu (17/6). Ia melihat sebuah benda terdampar di pantai. Setelah diperiksa ternyata seekor paus yang sudah mati.
Menurut Sapto ada beberapa hal penyebab kematian paus itu. Secara teori kata dia, dikarenakan faktor sakit kemudian memisahkan diri dari kelompok. Kemudian Paus sakit cenderung ke pinggir untuk menghindari predator. “Bisa juga karena mencari plankton sampai ke pinggir, terus terdampar. Plankton banyak di perairan dangkal. Dan penyebab lainnya gangguan navigasi karena paparan sonar atau seismic acitivity,” tutur Sapto.
Gaya Hidup, Satwa
Ular menjadi salah satu hewan yang kerap dihindari manusia. Meski demikian, berbeda halnya dengan pria yang satu ini. Ia justru membiarkan ular berbisa menggigitnya hanya untuk membuat vaksin. Menurut sebuah penelitian yang disponsori WHO, hingga 138.000 orang meninggal setiap tahun karena gigitan ular, dan 400.000 orang yang bertahan hidup mengalami cacat permanen.
Dengan tingginya angka kematian ini, para peneliti melakukan studi menggunakan pengujian hewan. Berbagai produsen menciptakan anti-racun untuk gigitan ular yang mematikan ini, tetapi satu orang memiliki cara lain sebagai solusinya.
Adalah Tim Friede, orang yang memiliki lebih dari 200 gigitan ular selama hidupnya, untuk menjadi lebih kebal terhadap racun ular dari spesies yang berbeda. Melalui karyanya, ilmuwan amatir ini berharap menciptakan penangkal terhadap gigitan ini.
Selama 16 tahun terakhir, Friede telah digigit oleh ular beracun lebih dari 700 kali, termasuk seekor ukar mamba hitam. Di rumahnya yang terletak di Wisconsin, Amerika Serikat, Friede memiliki taipan, mamba hitam , dua ekor ular derik dan kobra air. "Saya memulai ini karena saya ingin memberi imunisasi sendiri jika saya digigit ketika menangani ular saya, tetapi ketika saya menyaksikan hasilnya, saya menyadari bahwa ini dapat digunakan untuk kebaikan yang lebih besar," tegas Friede.
Perlu dicatat pada 2011, Friede pernah benar-benar jatuh koma dan hampir mati, setelah dua gigitan kobra berturut-turut. Selain itu, ia harus mengamputasi sendiri otot di bagian kakinya setelah gigitan kobra lain yang menyebabkan nekrosis.
Internasional, Satwa
Kehilangan hewan peliharaan terkadang menyedihkan. Beberapa orang bisa merelakan kepergian hewan peliharannya setelah beberapa hari. Tapi ada pula pemilik hewan peliharaan yang membuat sesuatu untuk mengenang hewan yang telah menemaninya itu.
Baru-baru ini, seekor kucing "Biru Rusia" menjadi tanaman hijau berkat hasil kerja dan kreativitas pemiliknya. Foto-foto bukti kecintaan pemilik kucing pada peliharaannya yang telah meninggal itu dikenal dengan sebutan "The Topiary Cat". Seorang pecinta kucing asal Hertfordshire, Inggris bernama Richard Saunders (69) mengunggah rangkaian foto tanaman raksasa berbentuk kucing. Foto itu ia buat sebagai bentuk "penghargaan terakhir" kucingnya, Tolly, yang baru saja meninggal awal tahun ini.
Foto-foto yang diunggah Richard langsung viral. Richard tidak benar-benar memotong tanaman atau pohon yang besar dan dibentuk menjadi kucing. Richard hanya menggunakan Photoshop. Kucing Tolly mati pada bulan Februari tahun ini setelah 12 tahun tinggal bersama Richard dan istrinya.
Satwa
Setelah mengalami komplikasi akibat usianya yang telah uzur, Puan akhirnya disuntik mati oleh pihak kebun binatang. Mereka menyebut usia Puan mempengaruhi kualitas hidupnya.
Penjaga kebun binatang, Martina Hart, yang telah merawat Puan selama 18 tahun menulis obituari untuk mengenang kepergiannya. Obituari itu lalu diberikan Guardian Australia dan dicetak penuh di Australia Barat.
Hart menambahkan bahwa Puan telah mengajarinya kesabaran dan naluri alami tak akan pernah hilang meski berada di penangkaran. "Dia berada di lingkungan kebun binatang, tetapi sampai akhir selalu mempertahankan kemandiriannya. Dia adalah betina pendiri koloni pembiakan terbaik di dunia," lanjut dia.
Puan diserahkan ke kebun binatang Perth pada 1968 dan lahir di Sumatera pada 1956. Usianya jauh di atas rata-rata, karena jarang ada orang utan yang hidup lebih dari 50 tahun.
Selama hidupnya Puan berjasa telah melahirkan 11 anak melalui program pembiakan. Dia punya 54 keturunan di Australia, Amerika Serikat, Indonesia, dan beberapa tempat lain di dunia. "Selain menjadi anggota tertua dari koloni kami, dia juga anggota pendiri program pembiakan terkenal di dunia dan meninggalkan warisan luar biasa," ujar Holly Thompson, supervisor primata kebun binatang.
Tak hanya itu, Puan pernah tercatat sebagai yang tertua di spesiesnya oleh Guinness Book of Records pada 2016.
Satwa
Robinson Russell, nelayan yang menemukan si lobster, menyebut hewan tersebut sebagai lobster pelangi karena memang gradasi warna pada tubuh lobster itu agak mirip dengan pelangi.
Sebenarnya Russel telah menangkap lobster tersebut pada November 2017. Saat melihat lobster berwarna unik tersebut, ia langsung berpikiran untuk tak menjual lobster tersebut seperti yang biasanya ia lakukan pada hasil tangkapan lautnya.
Alih-alih menjual lobster tersebut ke pasar seafood, Russell justru memilih untuk menyumbangkannya ke Huntsman Marine Science Centre Fundy Discovery Aquarium di Saint Andrews, New Brunswick.
lobster itu memiliki kondisi genetik langka yang menyebabkan ia memiliki warna tubuh unik. Kondisi genetik inilah yang telah menyelamatkan ia dari nasib dijual di pasar seafood. Karena keberuntungannya inilah, maka lobster itu dinamakan Lucky yang dalam bahasa Inggris berarti Inggris.
Ada lobster-lobster tertentu yang mengalami mutasi genetik sehingga mengubah warna tubuh hewan-hewan itu secara keseluruhan. Buktinya ada nelayan-nelayan yang pernah menangkap lobster yang berwarna kuning, hitam, biru, merah, oranye, dan bahkan setengah hitam-setengah hitam.
Namun begitu yang paling langka terjadi adalah seperti yang dialami Lucky. Menurut Time, lobster ini mengalami kondisi yang disebut albino sehingga warna tubuhnya menjadi seperti itu.
Kondisi albino pada lobster dikatakan sangat langka ditemukan. Kondisi ini, perbandingannya, hanya terjadi 1 dari 10 juta spesies lobster. Karena kelangkaan dan keunikannya inilah, lobster bernama Lucky ini kemudian dipamerkan di Fundy Discovery Aquarium hingga Oktober 2018.
Nasional, Satwa
Ikan berjenis Araipama itu ditangkap warga di sungai setempat. Foto penangkapan ikan seukuran tubuh orang dewasa itu tersebar di media sosial dan jadi viral.
Heboh ikan raksasa itu terjadi sejak Senin kemarin, 25 Juni 2018. Warga setempat bernama Andi bercerita, mulanya ikan itu ditangkap warga, lalu dilepas lagi. Tetapi, ditangkap lagi oleh warga lain. "Ikannya besar sekali," kata Andi.
Warga tak mengetahui nama dan jenis ikan tersebut. Hingga kemudian sebuah lembaga swadaya masyarakat, Ecoton, tertarik dan turun langsung ke lokasi penemuan ikan tersebut. "Yang ditemukan itu ternyata ikan Arapaima," kata Education Program Ecoton, Agus Kristanto Nugroho.
Dia menjelaskan, habitat asli Arapaima ialah di sungai-sungai Brasil dan Peru. Merujuk Wikipedia, ikan tersebut bisa tumbuh sepanjang tiga meter dan berat 200 kilogram. Agus menuturkan, Arapaima adalah ikan predator, karenanya bisa jadi memangsa ikan lokal.
Selain di Tarik, Agus mengatakan, temuan ikan serupa juga pernah terjadi di sungai yang membentang di Dusun Banjarmelati, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.
Agus menduga, Arapaima tersebut mulanya adalah peliharaan warga yang terlepas lalu berkembang biak. Dia mengimbau, agar warga yang menangkap tidak melepas kembali ke sungai, karena ikan tersebut jenis predator. Ecoton juga berkoordinasi dengan kepala desa sekitar sungai soal itu.
Satwa
Seekor gajah jinak ditemukan mati bersimbah darah dengan gading hilang di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.
Gajah jantan bernama Bunta itu mati diduga karena diracun. Pelaku diduga memberi makan Bunta dengan buah mangga dan pisang yang sudah dimasukkan racun. Setelah itu, gajah tersebut mati dan pelaku memotong gadingnya.
Bunta pertama kali ditemukan oleh petugas CRU yang hendak memindahkan gajah tersebut. Saat itu seorang petugas menemukan Bunta sudah mati dan langsung melaporkan kepada pihak berwajib. "Kita masih selidiki, kita sedang melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan BKSDA Aceh sambil menunggu tim dokter hewan forensik yang dikerahkan. Sampai saat ini masih meminta keterangan saksi," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo ikut membenarkan ada gajah jinak yang mati. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan.
Sapto juga mengaku sudah mengintruksikan kepada seluruh CRU yang ada di Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan, agar gajah jinak tidak mengalami nasib yang sama seperti di CRU Serbajadi.
Satwa
Cerita berawal saat seorang ayah bernama Damian, membiarkan gadis ciliknya yang waktu itu masih berusia 18 bulan, Tansy Aspinall, bermain dengan gorilla berbobot sekitar 300 pon di kebun binatang milik sang ayah, di Kent, Inggris. Damian.
Pada tahun 2002 silam, Damian dan Tansy melepaskan dua ekor gorilanya, Bimms dan Djalta, untuk menempatkan mereka di alam liar, tepatnya di Gabon, di habitat aslinya. Nah, di tahun 2014 lalu, Damian dan Tansy pergi ke Gabon untuk melihat keadaan mereka di alam liar.
Nggak disangka, setelah 12 tahun berpisah, mereka berdua bisa bertemu dengan Djalta dan Bimms. Momen mengharukan pun tercipta. Damian dan Tansy yang melakukan perjalanan dengan menggunakan perahu kecil disambut oleh dua gorilla itu di bibir sungai, mengintip dari balik hutan hujan yang lebat.
Meskipun nggak pernah bertemu selama belasan tahun, dua gorilla ini ternyata menginat ‘teman-temannya’ para manusia, dan memberikan pelukan hangat untuk Damian dan Tansy. Selain berpelukan, mereka juga berbagi ciuman. “Awalnya saya agak khawatir karena nggak yakin mereka akan mengenali saya setelah sekian lama. Jadi ini merupakan hal luar biasa yang memperlihatkan kalau mereka nggak hanya mengenali saya, tapi juga memperlihatkan sisi lembut di wajah mereka yang membuat saya merasa aman dan yakin,” ujar Tansy.
Yang bikin momen pertemuan dua sahabat ini makin mengharukan adalah saat Tansy dan Damian hendak pulang dan berpisah dari dua ekor gorilla besar, Djalta dan Bimms terus mengikuti dan sesekali memeluk mereka, seakan nggak mau ditinggalkan oleh Tansy dan Damian.
Satwa
Penka sendiri yang memilih akhir dari hidupnya setelah ia terpisah dari kawanan sapi lainnya di sebuah desa di Kopilovtsi dan menyeberang ke Serbia. Ivan Haralampiev selaku pemilik Penka pun sudah mencari sapi kesayangannya itu bersama sang anak selama 2 minggu dengan memberitahu petugas perbatasan, Polisi setempat, bahkan walikota desa tetangga tentang kehilangannya.
Barulah beberapa hari kemudian Ivan mendapat kabar kalau Penka ada di desa Bosilegard, Serbia. Penka sendiri diperlakukan dengan sangat baik oleh warga lokal di sana, tapi nyatanya tidak mudah untuk Ivan bisa membawa sapi kesayangannya pulang ke Bulgaria. Yap, meski kondisinya sudah dicek dan dinyatakan aman, petugas perbatasan mengingatkan Ivan tentang undang-undang Uni Eropa.
Benar, Penka harus menjalani hukuman mati karena telah melintasi perbatasan tanpa dokumen impor yang sesuai. Walau begitu mereka tetap membiarkan Ivan untuk membawa pulang Penka, tapi dengan ketentuan kalau sapi yang tak berdosa itu akan dihukum mati dalam hitungan hari.
Pihak Bulgaria sendiri tidak peduli dengan kondisi Penka yang akan melahirkan 3 minggu lagi, atau alasan melintasi perbatasan nasional karena dikejar kawanan serigala. Bagi pihak berwajib di Bulgaria, mereka hanya peduli dengan undang-undang Uni Eropa yang menyatakan kalau setiap hewan harus disertai sertifikasi dalam perjalanan ke Uni Eropa dan mereka diperbolehkan masuk ke Eropa harus dengan persetujuan dari EU Border Inspection Post.
Kalau hewan nggak dilengkapi dokumen yang jelas, berarti dia harus dibunuh. "Bukan kami yang memutuskan. Kami cuma melakukan peraturan dari Brussels," ujar Lyubomir Lyubomirov selaku dokter ahli hewan. Selain itu dokumen yang jelas akan menepis ancaman penyakit serius yang bisa menyerang rakyat Serbia.
Internasional, Satwa
Peristiwa tersebut benar-benar terjadi pada Rabu 13 Juni di Kota Qingdao, China, yang berada di pinggir laut. Salah satu kota di Provinsi Shandong itu dilanda badai besar yang disertai hujan deras serta tiupan angin kencang.
Besarnya badai menyebabkan puluhan batang pohon tumbang, rambu-rambu lalu lintas jatuh, jalanan yang tergenang air banjir, serta melumpuhkan lalu lintas kendaraan. Namun, ada satu fenomena yang membuat jagat dunia maya tercengang, yakni hujan seafood alias hewan laut yang jatuh dari langit.
Dalam foto yang menyebar di media sosial Weibo, terlihat gurita-gurita beterbangan di udara. Disusul kemudian bintang laut, udang, dan berbagai jenis kerang yang terlihat jatuh menimpa kaca depan sejumlah mobil di Qingdao.
Foto-foto tersebut dibagikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika China lewat akun resmi mereka di Weibo, media sosial mirip Twitter yang dikembangkan serta marak digunakan masyarakat Negeri Tirai Bambu. Tak pelak, foto-foto itu menjadi viral dalam waktu singkat dan memunculkan istilah hujan seafood.
Badan Meteorologi dan Geofisika China menuturkan, hewan-hewan itu diperkirakan terhisap oleh angin puting beliung yang tercipta saat badai. Alhasil, makhluk-makhluk laut itu lantas terbawa angin keluar dari perairan, terbang di udara, dan jatuh ke daratan.
Menariknya, fenomena hujan seaafod itu bukan yang pertama kali terjadi di dunia. Pada awal 2018, ratusan ekor ikan jatuh dari udara di Kota Tampico, Meksiko. Hujan ikan juga pernah terjadi di Kota Kerala, India, pada 2008.
Satwa
Bagaimana bila dunia tanpa kecoak, apa yang terjadi. Apakah dunia makin baik? Dunia tanpa kecoak justru malah tidak bagus. Tanpa kecoak, dunia akan berdampak sistemik.
Serangga yang hidup di area hutan tropis ini ternyata berguna dalam rantai makanan. Di hutan tropis, kecoak memakan kayu dan dedaunan yang membusuk. Kotoran yang dihasilkan kecoak punya bahan alami termasuk nitrogen yang akan kembali diserap oleh tanah.
Bicara nitrogen, bahan ini begitu penting dalam pertumbuhan pohon dan tentunya bagi hutan serta kehidupan. Bayangkan tanpa nitrogen, manusia bakal terdampak kebutuhan kayunya. Manusia butuh kayu untuk rumah dan furnitur serta untuk membuat kandang hewan mereka.
Bukan di situ saja. Hewan mamalia dan reptil memangsa kecoak, sementara mamalia dan reptil dimangsa hewan lain. Makanya tanpa kecoak, rantai makanan bisa terganggu.
Membiarkan kecoak juga bukan ide yang bagus, sebab hewan ini bakal terus berkembang biak. Selain itu kecoak juga tergolong binatang yang tak terancam punah dalam waktu dekat. Kecoak telah muncul sejak lama, sebelum era dinosaurus. Fakta ini bisa dilihat dari fosil kecoak yang menunjukkan serangga ini usianya setidaknya 300 juta tahun. Jadi pikirkan kembali, bagaimana dunia tanpa kecoak.
Satwa
Sebagian besar orang percaya bahwa ikan ini adalah spesies mutan. Terlihat sang pemancing tengah menggiring seekor ikan berukuran besar dengan kepala berbentuk seekor burung merpati. Alhasil banyak orang yang penasaran dan mencoba mengabadikan ikan yang tengah terengah-engah ini menggunakan kamera ponsel mereka.
Berdasarkan pengamatan, ikan tersebut diyakini seekor ikan mas rumput. Ikan tersebut masuk ke dalam spesies hewan air tawar yang umum ditemukan di kawasan Asia dan Amerika Utara.
Untungnya, orang yang berhasil menangkap hewan tersebut merasa kasihan terhadapnya. Ia tidak menangkap atau memelihara hewan tersebut, pemancing baik hati itu justru melepaskan ikan tersebut ke alam tak lama kemudian.
Sebenarnya penemuan ikan aneh ini bukan menjadi satu-satunya hal yang aneh di China. Sebelumnya, 30 jenis makhluk laut dalam terbaru berhasil ditemukan oleh para peneliti. Mereka menggunakan drone bawah air untuk mengeksplorasi dasar laut.
Arsip Blog
-
▼
2018
(108)
-
▼
Agustus
(22)
- Dinyatakan Punah, Beruang Sailugem Muncul di Siberia
- Keren!!! Di Dinding Goa Ini Ada Emas!!!!
- Wadi Al-Bardani Tempat Terindah Di Arab Saudi
- Caca Di Pendaki Cilik
- Ukiran Di Batu Goa di Crantock Beach
- Kuliner Sehat, Es Kepal Nutrisari
- Achilles SiKucing Peramal dari Rusia
- Cannabis Tempura, Tempura Berbahan Daun Ganja
- Bus Tua di sulap Menjadi Hunian Mewah
- Es Krim Respiro Del Diavolo alias Nafas Setan, Ber...
- Memiliki Luka Bakar Parah, Tetapi Wanita ini Sukse...
- Bali. Destinasi Wisata No.4 Terbaik Dunia
- Hot Mom!!!! Umur 43 Tahun dan Memiliki Anak 7 Tapi...
- Bali. Destinasi Wisata No.4 Terbaik Dunia
- Seekor Paus Berumur 50 Tahun Terdampar di Aceh
- Hebat!! Pria ini Bisa Melukis Menggunakan Mesin Jahit
- Catat Guys, 2019 Akan Di Buka Tour Melihat Kapal T...
- Menikmati Pemandangan Geopark Ciletuh dari Puncak ...
- Indahnya Gua Puisi
- Sekolah Untuk Menjadi Selebgram
- Toilet Super Canggih di Jepang
- Kena Penyakit Kupu-Kupu, Kulit Remaja ini Terus Me...
-
▼
Agustus
(22)













